Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 20, 2017

Iman dan yaqin

Ketika menafsirkan ayat berikut dalam surat al Baqarah (الذين يؤمنون بالغيب) : orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, maka Ibnu Arabi berkata bahwa iman terbagi menjadi 2 bagian. 1. Taqlidi. 2. Tahqiqi. Iman tahqiqi terbagi 2 yaitu istidlali dan kasyfi. Keduanya ada yang butuh kepada batas ilmu dan kegaiban dan ada yang tidak butuh. Yang butuh kepada batas ilmu dan kegaiban disebut dengan (علم اليقين). Atau dalam bahasa awam saya ilmul yaqin ini adalah keyakinan terhadap sesuatu yang disebabkan karena kita mengetahui sesuatu itu walaupun pengetahuan itu tanpa kita mengetahui atau menyaksikan langsung akan tetapi pengetahuan itu didapat dari kabar baik kabarnya datang dari al quran, hadits nabi atau dari perkataan orang yang pernah menyaksikan langsung sesuatu itu. Cerita tentang sakitnya melahirkan anak bagi seorang ayah adal...

Tafsir الٓم

Ketika menafsirkan ayat berikut dalam surat Al Baqarah (الٓم ذالك الكتاب), Ibnu Arabi menafsiri (ا) dalam (الٓم) dengan Allah sebagai (أول الوجود). Adapun (ل) ditafsiri dengan intelek yang bekerja (العقل الفعال) yang disebut Jibril, sebagai (أوسط الوجود),  agennya Allah untuk menyampaikan pesan ketuhanan. Sedangkan (م) ditafsiri dengan Muhammad (أٓخر الوجود) sebagai nabi yang akan meng eksekusi, mempraktekkan pesan2 ketuhanan yang disampaikan jibril. Karena kata Ibnu Arabi ilmu tidak sempurna dan paripurna kecuali dipraktekkan, dan yang mempunyai tugas mempraktekkan pesan ketuhanan adalah nabi Muhammad. Inilah yang dimak...