Tadi saya menonton acara live Facebook Ulil Abshar Abdallah. Acara yang merupakan bedah buku desertasi Mohammad Yunus Masrukhin, mahasiswa Mesir asal Indonesia yang menulis desertasi tentang Ibnu arabi, buku beliau ini diterbitkan dengan berbasa Arab di Mesir.
Dalam acara tersebut ada 2 pembicara yaitu pak Yunus dan Ulil Abshar.
Beberapa point yang sempat saya tangkap saya tuliskan di bawah ini; point-point di bawah ini adalah hasil pemahaman apa yang saya dengar, jadi sangat bersifat subjektif. Untuk lebih detail silahkan datang ke versi asli dari kata kunci yang ada. Here they are;
1. Ibnu Arabi bukan sosok wahdatul wujud (manunggaling Kawulo Gusti) seperti di klaim oleh Ibnu Taimiyah, karena tidak ada satupun dalam buku Ibnu arabi (فتوحات المكية) penyebutan wahdatul wujud. Apa yang ada dalam buku Ibnu arabi (فتوحات المكية) merupakan ekspresi Ibnu arabi tentang pengalaman spiritual tasawuf dirinya. (Pak Yunus).
2. Devinisi (وجود) yang disampaikan oleh Ibnu Arabi di dalam dalam buku Ibnu arabi (ِفُتُوْحَاتُ الْمَكِّيَّة) adalah devinisi yang wow dan luar biasa menurut Ulil. Devinisi itu adalah;
وُجْدَانُ الْحَقِّ فِي الْوُجْدِ
Devinisi wujud ala Ibnu Arabi ini tidak bisa ditampung oleh terjemah menggunakan bahasa Indonesia, Jawa, bahasa Inggris dan bahasa lainnya. Hanya bahasa Arab yang bisa menampung makna dari devinisi itu. Dia akan menjadi devinisi yang bias saat diwakilkan oleh bahasa selain bahasa Arab. Demikian kurang lebih Ulil memaparkan.
3.Menurut sejarah proses masuknya Islam ke Indonesia, awal mula orang Indonesia belajar tentang tasawuf bukan fiqih. Tapi realita sekarang orang-orang belajar fiqih dulu baru belajar tasawuf.Tema wahdatul wujud adalah tema menarik dan hangat yang menjadi tema perdebatan pada awal-awal Islam masuk Indonesia. (Ulil).
4.Said Aqil Siradj pernah juga menulis ( tesis atau desertasi) tentang wihdatul wujud Ibnu Arabi. (Ulil)
5. Relevansi tasawuf Ibnu Arabi dalam hubungannya dengan dunia modern saat ini adalah pemahaman bahwa perbedaan agama dan perbedaan pemahaman keagamaan atau kontradiksi2 di individu atau masyarakat adalah sesuatu yang natural, alami karena itu adalah bentuk dari (ْتَجَلِّيْ أُلُوْهِيَّة). (Yusuf).
6. Ronggo Warsito dan Syekh Mutamakkin (Kartosuro, Solo) adalah sosok masa lampau yang dianggap mewakili Ibnu Arabi. Mulla Sadra adalah filosof dan tokoh sufi (tokoh ini sangat populer di kalangan Syi'ah) yang sama populernya dengan imam Ghazali. Banyak sekali karya Mulla Sadra ini yang dikomentari oleh Thabathaba'i.
6. Tadi dibahas juga tentang istilah
جَوْهَرْ ، أَعْرَاضْ
Sebagai istilah yang sangat populer dalam pembahasan filsafat Islam klasik dan pembahasan tasawuf.
Komentar
Posting Komentar