Langsung ke konten utama

macam kebahagiaan

Kebahagiaan itu ada tiga macam.
Satu adalah kebahagiaan hati. Kedua adalah kebahagiaan jasmani. Dan ketiga adalah kebahagiaan seputar jasmani.

Contoh kebahagiaan hati seperti makrifat kepada Allah, wisdom/kebijaksanaan dan kesempurnaan ilmu.
Contoh kebahagiaan jasmani seperti kesehatan badan, kekuatan badan, kenikmatan2 badan serta keinginan2 syahwat.Contoh kebahagiaan seputar jasmani seperti memiliki harta yang melimpah.

Melakukan puasa mungkin tidak membahagiakan bagi badan yang menimbulkan perut melilit di pagi hari atau tenggorokan kering di siang hari. Namun puasa mungkin membahagiakan bagi hati saat berbuka puasa atau saat berjumpa dengan Tuhannya. 

Tiga macam kebahagiaan ini sempat tersirat dalam perkataan sayyidina Ali Bin Abi Thalib 

الا وإن من البلاء الفاقة، وأشد من الفاقة مرض البدن، وأشد من مرض البدن مرض القلب، الا وإن من النعم سعة المال، وأفضل من سعة المال صحة البدن، وأفضل من صحة البدن تقوى القلب.

Ketahuilah bahwa sebagian dari ujian adalah kemiskinan. Dan lebih berat dari kemiskinan adalah penyakit fisik. Dan lebih berat dari penyakit fisik adalah  penyakit hati. Dan ketahuilah juga bahwa sebagian dari kenikmatan adalah banyak harta. Dan lebih utama dari banyak harta adalah kesehatan badan. Dan lebih utama dari kesehatan badan adalah ketakwaan hati.

Kebahagiaan adalah sederhana bagi yang mau memahaminya. Setiap manusia selalu punya kesempatan untuk bahagia di setiap tarikan nafas. Jika kebahagiaan belum ia temukan dalam banyaknya harta yang ia miliki maka ia masih bisa menemukan kebahagiaan dalam sehatnya badan. Jika ia tidak bisa menemukan kebahagiaan dalam sehatnya badan maka ia masih bisa menemukan kebahagiaan dalam ketaatan hatinya kepada nilai-nilai kebaikan. Mahrus As. Yogyakarta 11 mei 2024.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum bersentuhan suami istri

Bagaimana hukum fiqihnya suami istri bersentuhan kulit, apakah membatalkan wudhu? Jawabanya ada 2 pendapat. * Pendapat pertama. Pendapat pertama ini masih dibagi dua; 1 tidak batal wudhunya tanpa syarat (ini adalah pendapat madzhab Hanafi). 2. Tidak batal wudhunya dengan syarat saat bersentuhan tidak muncul syahwat, atau muncul nafsu atau muncul rasa nikmat akibat bersentuhan.(ini pendapat madzhab hambali dan maliki). *pendapat kedua bersentuhan suami istri adalah batal wudhu nya. (Ini adalah pendapat madzhab syafii). Di Indonesia, pendapat pertama dan kedua sama sama memiliki pengikut yang mempraktekkan nya dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang menyebabkan perbedaan pendapat tersebut? Jawabannya salah satunya adalah karena madzhab Hanafi memaknai kata لمس (bersentuhan) pada surat an Nisa ayat 43 ; أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَا...

Management (Etika) Berhubungan Badan

Etika Berhubungan Badan Untuk mengungkapkan kata hubungan badan (jimak ) Al Qur'an menggunakan istilah mubaasyaroh (مباشرة) seperti pada ayat berikut: ولا تباشروهن وأنتم عاكفون فى المساجد. Islam memandang penting kenyamanan seksual (tentu dengan cara yang halal). Akan tetapi Islam memberikan etika etika khusus dan nasehat berharga mengenai hal itu diantaranya: 1. Mengingat / atau menyebut nama Allah. Hal demikian seperti pernah disabdakan oleh nabinya islam seperti berikut: لو أن أحدكم إذا أرد أن يأتي أهله أن يقول: بِسْمِ الل...