Langsung ke konten utama

Dirimu Boleh Traveling

Di Al Qur'an saya pernah mendengar ayat yang berbunyi seperti berikut:

سِيْرُوا فِى الْأَرْضِ

Saat barusan mandi basah di kamar mandi tiba2 saya ingat dengan ayat di atas.

Sebenarnya seandainya saya adalah orang yang levelnya seperti Ibnu Al Arabi yang sebentar-sebentar ْفَنَاء dengan Nya sehingga terbuka tabir, maka saya hendak berkata bahwa saya juga sedang seperti itu juga, tapi karena saya sadar dengan diri saya yang jauh sekali dari hal itu maka saya cukup mengatakan : saya sedang berimajinasi dengan ayat di atas.

Hasil imajinasi itu adalah sebagai berikut:

Ayat di atas boleh saya terjemahkan sebagai berikut:

Travelling lah  di atas planet bumi.

Planet bumi yang terdiri dari unsur tanah, air, udara dan api.

Ayat di atas adalah kalimat perintah yang bersifat global: untuk siapa saja.

Lah mana hasil imajinasi nya? Kug Muter2?

Sabar ya!

Menurut imajinasi saya bahwa manusia diperintah untuk memiliki sistem manajemen yang bisa traveling di atas planet bumi.

Dan yang saya perhatikan umat Islam belum mengaplikasikan pesan ayat di atas. Justru yang mengaplikasikan ayat di atas adalah kelompok yang mungkin belum pernah membaca ayat tersebut.

Contoh nya apa?

Kita perhatikan bangsa-bangsa seperti orang Tionghoa, orang Yahudi, orang india, orang Arab yang memiliki perusahaan (sistem manajemen) yang menglobal.

Mereka para kapitalis raksasa pemilik modal tersebut traveling planet bumi ini dengan membuka cabang-cabang usaha mereka di seluruh dunia di atas planet bumi ini.

Bukannya saat kita membuka cabang baru dari usaha yang kita miliki adalah berarti kita sedang traveling di atas planet bumi? Bukankan ini yang diperintahkan oleh ayat di atas? Dan bukankah ini adalah traveling yang "sebenarnya"?

Umat Islam yang belum (سِيْرُوا فِى الْأَرْضِ) boleh mempersiapkan diri menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk سِيْرُوا فِى الْأَرْضِ (membuka cabang-cabang usaha di seluruh dunia di atas planet bumi) agar benar-benar pesan-pesan tersebut membumi kepada para pembaca nya terlebih dan terdahulu.

Kamu boleh traveling di atas bumi untuk bisa mengetahui dampak dari traveling tersebut atau sebaliknya.

Itu saja.

Udah ah. Mau turu sek.

(Sura dan Baya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Management (Etika) Berhubungan Badan

Etika Berhubungan Badan Untuk mengungkapkan kata hubungan badan (jimak ) Al Qur'an menggunakan istilah mubaasyaroh (مباشرة) seperti pada ayat berikut: ولا تباشروهن وأنتم عاكفون فى المساجد. Islam memandang penting kenyamanan seksual (tentu dengan cara yang halal). Akan tetapi Islam memberikan etika etika khusus dan nasehat berharga mengenai hal itu diantaranya: 1. Mengingat / atau menyebut nama Allah. Hal demikian seperti pernah disabdakan oleh nabinya islam seperti berikut: لو أن أحدكم إذا أرد أن يأتي أهله أن يقول: بِسْمِ الل...

Hukum bersentuhan suami istri

Bagaimana hukum fiqihnya suami istri bersentuhan kulit, apakah membatalkan wudhu? Jawabanya ada 2 pendapat. * Pendapat pertama. Pendapat pertama ini masih dibagi dua; 1 tidak batal wudhunya tanpa syarat (ini adalah pendapat madzhab Hanafi). 2. Tidak batal wudhunya dengan syarat saat bersentuhan tidak muncul syahwat, atau muncul nafsu atau muncul rasa nikmat akibat bersentuhan.(ini pendapat madzhab hambali dan maliki). *pendapat kedua bersentuhan suami istri adalah batal wudhu nya. (Ini adalah pendapat madzhab syafii). Di Indonesia, pendapat pertama dan kedua sama sama memiliki pengikut yang mempraktekkan nya dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang menyebabkan perbedaan pendapat tersebut? Jawabannya salah satunya adalah karena madzhab Hanafi memaknai kata لمس (bersentuhan) pada surat an Nisa ayat 43 ; أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَا...