Langsung ke konten utama

Mari Bu Risma merenung lagi demi orang kecil

Ini adalah gambar pasar pacuan kuda kelurahan Patemon, kec. Sawahan surabaya.

Pasar ini tidak ada bangunan pasarnya jadi pasarnya cuma memanjang di sapanjang jalan.

Pasar yang sejenis dengan pasar ini (jualan di sepanjang jalan) banyak sekali di Surabaya seperti pasar manyar, pasar panagiling dll.

Keluh salah satu ibu yang jualan jajan pasar di pasar ini tadi: "hampir setiap hari satpol PP dan polisi "bersih2" mas di pasar ini"

Menanggapi realita ini Saya sebagai pribadi ingin berkata begini:

Piye to Bu Risma ini ada pusat ekonomi masyarakat yang bergerak sendiri kug malah dibersihkan. Padahal mestinya Bu Risma itu berterima kasih kepada masyarakat yang sudah membentuk pasar tanpa disuruh.

Karena saya rasa Bu Risma itu punya kewajiban untuk membentuk pasar sebagai pusat ekonomi  masyarakat, yang menggerakkan individu masyarakat secara ekonomi.

Tapi pas giliran ada pergerakan ekonomi secara natural kug malah dibersihkan.

Apa jangan2 Bu Risma itu tidak ada niat untuk menggerakkan ekonomi masyarakat?

KLO jawabannya adalah tidak ada niat, Terus buat apa jadi wali kota?

Saat tulisan ini saya tulis di lokasi pasar tiba tiba saya mendengar suara "Satpol PP"

Sontak saya menoleh ke kanan dan ke kiri, tiba tiba suasana menjadi berubah drastis, saya perhatikan bapak bapak yang muda dan yang tua dan  ibu ibu yang muda dan yang tua pada kelabakan dan kerepotan untuk membereskan barang dagangan mereka. Mereka lekas membawa lari barang barang dagangan mereka.

Saat menyaksikan situasi yang menyakitkan itu orang pada lari kabur dalam hati saya berkata "ini zaman penjajahan kolonial belanda atau zaman apa ya"

Dan benar sekali saya melihat mobil besar, mobil yang bertuliskan Satpol PP datang dari arah timur.

Subhanallah.

*Catatan.
Saya memang selalu emosi kalau ada orang/lembaga yang menyakiti hati orang kecil/orang miskin terutama yang ada di pasar2. Dan pembersihan itu menurut saya adalah bentuk menyakiti hati orang kecil tadi.

Dan tulisan ini adalah kritik untuk ibu-ibu Risma yang  lainnya dari Sabang sampai Merauke yang suka bersih bersih orang miskin dan orang kecil.

Surabaya, rabu 14 Februari 2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Management (Etika) Berhubungan Badan

Etika Berhubungan Badan Untuk mengungkapkan kata hubungan badan (jimak ) Al Qur'an menggunakan istilah mubaasyaroh (مباشرة) seperti pada ayat berikut: ولا تباشروهن وأنتم عاكفون فى المساجد. Islam memandang penting kenyamanan seksual (tentu dengan cara yang halal). Akan tetapi Islam memberikan etika etika khusus dan nasehat berharga mengenai hal itu diantaranya: 1. Mengingat / atau menyebut nama Allah. Hal demikian seperti pernah disabdakan oleh nabinya islam seperti berikut: لو أن أحدكم إذا أرد أن يأتي أهله أن يقول: بِسْمِ الل...

Hukum bersentuhan suami istri

Bagaimana hukum fiqihnya suami istri bersentuhan kulit, apakah membatalkan wudhu? Jawabanya ada 2 pendapat. * Pendapat pertama. Pendapat pertama ini masih dibagi dua; 1 tidak batal wudhunya tanpa syarat (ini adalah pendapat madzhab Hanafi). 2. Tidak batal wudhunya dengan syarat saat bersentuhan tidak muncul syahwat, atau muncul nafsu atau muncul rasa nikmat akibat bersentuhan.(ini pendapat madzhab hambali dan maliki). *pendapat kedua bersentuhan suami istri adalah batal wudhu nya. (Ini adalah pendapat madzhab syafii). Di Indonesia, pendapat pertama dan kedua sama sama memiliki pengikut yang mempraktekkan nya dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang menyebabkan perbedaan pendapat tersebut? Jawabannya salah satunya adalah karena madzhab Hanafi memaknai kata لمس (bersentuhan) pada surat an Nisa ayat 43 ; أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَا...