Shalat bagian I adalah tentang mengetahui rahasia rahasia shalat dan keumuman shalat.
/Shalat disandarkan kepada Allah, Malaikat dan Manusia/
Ketahuilah, semoga Allah menguatkan mu dengan ruh qudus, bahwasanya yang dinamakan shalat itu adalah disandarkan kepada :
*Shalat disandarkan kepada Al Haq (Allah) dengan makna Syamil. Makna yang Syamil itu adalah makna shalat yang berarti adalah Rahmat (رحمة). Allah mensifati diriNya dengan ar rohiim (الرحيم). Dan hambaNya mensifati Allah dengan rahmat seperti perkataan hambaNya kepada Allah seperti berikut:
يا أرحم الراحمين
(wahai yang paling penyayang) dan seperti perkataan Nabi Muhammad Saw. berikut:
إنما يرحم الله من عباده الرحماء
(Artinya: Allah hanya menyayangi hamba hambaNya yang penyayang)
Allah berfirman dimana dalam firman ini Allah menggunakan kata الصلاة dengan makna رحمة seperti berikut:
هو الذي يُصٙلِّيْ عليكم
Dialah Allah yang menyayangi dirimu
يخرجكم من الظلمات إلى النور
dengan cara Allah keluarkan dirimu dari gelap menuju cahaya, dari tersesat, ضلالة menuju petunjuk, هدى ; dari sedih, شقاوة menuju bahagia, سعادة.
* Yang dinamakan shalat, الصلاة juga disandarkan kepada malaikat dengan tiga makna yaitu : rahmat, istighfar, dan doa kepada orang orang yang beriman.
Allah berfirman sebagai berikut;
هو الذي يصلي عليكم وملائكته
(Dia Allah dan malaikat Nya yang menyayangi (rahmat) dirimu).
Allah berfirman tentang Haq malaikat sebagai berikut:
ويستغفرون للذين آمنوا
(Mereka para malaikat senantiasa memintakan ampun bagi orang orang yang beriman).
Malaikat juga selalu mengucapkan hal berikut:
فاغفر للذين تابوا واتبعوا سبيلك وقهم عذاب الجحيم
(Ampuni orang orang yang bertaubat dan orang orang yang mengikuti jalanmu dan jagalah mereka dari siksa neraka).
Malaikat juga mengucapkan berikut:
وقهم السيئات
(Dan jagalah mereka orang orang yang beriman jauh dari kejelekan kejelekan)
Ya Allah semoga Engkau mengabulkan kepada kita semua doa baik para malaikat malaikat itu. Aamiin.
*Yang dinamakan shalat itu juga disandarkan kepada manusia dengan tiga makna yaitu: rahmat, doa dan pekerjaan pekerjaan tertentu yang kita kenal secara syariat dengan shalat lima waktu saat ini.
Maka manusia mengumpulkan ketiga makna tersebut yang ketiganya dinamakan shalat.
Allah berfirman sebagai perintah kepada kita sebagai berikut:
أقيموا الصلاة
(Dirikanlah shalat).
*Shalat juga disandarkan kepada segala makhluk yang selain Allah seperti para malaikat, manusia, hewan, tumbuhan, dan mineral sesuai tugas dan ketentuannya masing masing.
Dalam hal ini Allah berfirman:
ألم تر أن الله يسبح له من في السماوات ومن في الأرض والطير صافات كل قد علم صلاته وتسبيحه
Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah adalah senantiasa shalat padaNya yang ada di langit dan yang ada di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya.
Jadi Allah menyandarkan shalat kepada semua. Kata tasbih dalam lisan orang arab maksud nya adalah shalat.
Jadi Allah dan selain Allah adalah melakukan shalat.
Jadi karena saat ini kita adalah manusia maka kita mengatakan bahwa shalat manusia adalah dalam bentuk berkasih sayang, berdoa dan melakukan pekerjaan pekerjaan tertentu yang kita kenal dari fiqih syari'at.
Shalat manusia dalam bentuk pekerjaan pekerjaan tertentu tadi terbatas jam dan waktunya akan tetapi shalat manusia dalam bentuk doa apalagi dalam bentuk berkasih kasih sayang adalah tidak terbatas bisa kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja. والله اعلم.
Diterangkan oleh Ibnu Arabi.
Komentar
Posting Komentar