*Berbaik Sangka*
Berbaik sangkalah kepada Tuhan dalam kondisi apapun.
Karena manusia tidak pernah tahu nafas yang dikeluarkan saat ini adalah nafas terakhir. Maka itu adalah nafas terakhir yang baik jika kemudian pada saat itu sedang berprasangka baik, dan adalah nafas terakhir yang buruk jika manusia sedang berprasangka buruk.
Dan itu tidak pernah diketahui sesuai pesan-Nya
وننشئكم في ما لا تعلمون.
((Dan kami menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui))
Mengenai berbaik Sangka ini Allah pernah berwasiat kepada Nabi Muhammad;
أنا عند ظن عبدي بي فليظن بي خيرا.
(Saya adalah sama dengan prasangka hambaku, maka berprasangkalah yang baik kepada Ku)
Kalau manusia berburuk sangka kepada Tuhan maka itu berpotensi menjadinya putus asa alias pesimis. Putus asa alias pesimis adalah sifat yang amat buruk yang dilarang oleh Tuhan, seperti wasiat Nya berikut:
لا تقنطوا من رحمة الله
(Jangan putus asa dari rahmat Allah).
Tetap optimis, Tuhan sangat terbuka dan maha mengampuni setiap kesalahan yang diperbuat.
إن الله يغفر الذنوب جميعا
(Allah mengampuni semua dosa-dosa).
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Komentar
Posting Komentar