Langsung ke konten utama

Induk obat, etika, ibadah dan harapan

•الأمهات أربع؛ أم الأدوية•وأم الأداب•وأم العبادات•وأم الأماني: •فأم الأدوية قلة الأكل•وأم الأداب قلة الكلام•وأم العبادات قلةالذنوب•وأم الأماني الصبر• (محمد رسول الله)•
__________________________________________
Induk (pokok) ada empat; induk obat-obatan• Dan induk etika• Dan induk ibadah• Dan induk harapan• Adapun induk obat-obatan adalah makan sedikit• Dan induk etika adalah berbicara sedikit• Dan induk ibadah adalah sedikit dosa• Dan induk harapan adalah bersabar•
(Muhammad Utusan Allah)

By; @mahrus_as

*Sumber Nashoihu al 'ibaad•

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Management (Etika) Berhubungan Badan

Etika Berhubungan Badan Untuk mengungkapkan kata hubungan badan (jimak ) Al Qur'an menggunakan istilah mubaasyaroh (مباشرة) seperti pada ayat berikut: ولا تباشروهن وأنتم عاكفون فى المساجد. Islam memandang penting kenyamanan seksual (tentu dengan cara yang halal). Akan tetapi Islam memberikan etika etika khusus dan nasehat berharga mengenai hal itu diantaranya: 1. Mengingat / atau menyebut nama Allah. Hal demikian seperti pernah disabdakan oleh nabinya islam seperti berikut: لو أن أحدكم إذا أرد أن يأتي أهله أن يقول: بِسْمِ الل...

Hukum bersentuhan suami istri

Bagaimana hukum fiqihnya suami istri bersentuhan kulit, apakah membatalkan wudhu? Jawabanya ada 2 pendapat. * Pendapat pertama. Pendapat pertama ini masih dibagi dua; 1 tidak batal wudhunya tanpa syarat (ini adalah pendapat madzhab Hanafi). 2. Tidak batal wudhunya dengan syarat saat bersentuhan tidak muncul syahwat, atau muncul nafsu atau muncul rasa nikmat akibat bersentuhan.(ini pendapat madzhab hambali dan maliki). *pendapat kedua bersentuhan suami istri adalah batal wudhu nya. (Ini adalah pendapat madzhab syafii). Di Indonesia, pendapat pertama dan kedua sama sama memiliki pengikut yang mempraktekkan nya dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang menyebabkan perbedaan pendapat tersebut? Jawabannya salah satunya adalah karena madzhab Hanafi memaknai kata لمس (bersentuhan) pada surat an Nisa ayat 43 ; أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَا...